Minggu, 31 Januari 2010

"That was Mozart. That! That giggling dirty-minded creature I had just seen, crawling on the floor!"

Amadeus (1984)
November 1823 -- film ini diawali oleh sebuah pengakuan dan usaha bunuh diri dari Antonio Salieri (F. Murray Abraham), seorang komposer yang telah lanjut usia. Ia mengaku bahwa ia telah membunuh seseorang bernama Mozart. Ketika ia dibawa ke sebuah asylum, seorang pendeta mengunjunginya. Dengan metode back-to-back flashback, Salieri pun kemudian mulai menceritakan tentang seorang komposer muda jenius bernama Mozart.
Salieri dahulu adalah salah satu komposer terkenal di Vienna, bahkan menjadi Count Composer untuk Emperor Joseph II (Jeffrey Jones). Pada zamannya, Salieri telah menjadi seorang komposer tersukses di Vienna dengan opera-opera yang ditulisnya. Semua tiba-tiba berubah ketika Wolfgang Amadeus Mozart (Tom Hulce) datang ke Vienna. Mozart diyakini oleh banyak orang memiliki bakat natural dan brilian dalam hal musik. Sejak kecil Mozart telah dilatih dan dibawa ayahnya, Leopold (Roy Dotrice) ke berbagai daerah untuk menunjukkan bakatnya. Bakat yang luar biasa ini juga diakui oleh Salieri. Ketika Emperor Joseph mulai terpikat dengan bakat Mozart dan juga makin bersinarnya nama Mozart di Vienna membuat rasa kekaguman Salieri menjadi kecemburuan dan kebencian.

Siapa yang tidak kenal Mozart? Komposer yang satu ini sudah menjadi sebuah legenda dalam dunia musik klasik. Karya-karya nya masih sering diperdengarkan sampai saat ini. Jujur, gw masih kurang hafal dengan apa saja yang telah Mozart tulis, tapi gw pasti bisa mengenali satu atau dua lagu karya nya yang gw gak tau judulnya. Gw yakin beberapa dari lo gak familiar dengan judul lagu Eine Kleine Nachtmusik. Coba search di YouTube, pasti langsung tau lagunya.
Film yang diarahkan Milos Forman ini (gw baru tau dia yang sutradarain One Flew Over Th Cuckoo's Nest juga) dan diangkat dari stageplay karya Peter Shaffer ini mendapatkan 8 Oscar pada perhelatan Academy Awards 1985. Termasuk didalamnya adalah Best Picture dan Director. Kisah dalam film ini mungkin memang tidak historically correct (begitu yang disebut berbagai sumber). Apakah hal-hal yang dituturkan dalam film ini benar adanya atau gak gw gak tau dan yah gw agak males juga nyari tau sebenernya hahaha Gw sih menerima film ini bukan sebagai sebuah kisah nyata, tapi lebih ke perasaan cemburu yang ternyata bisa berdampak sangat buruk, bahkan bisa menjauhkan kita dari Tuhan.
Salah satu poin plus terbesar film ini adalah penampilan duo akting yang luar biasa dari Abraham dan Hulce. F. Murray Abraham yang berperan sebagai Salieri bermain sangat sempurna ketika ia bercerita mengenai rasa iri hatinya yang bercampur dengan rasa kagum terhadap Mozart dalam interviewnya dengan sang pendeta dan juga ketika ia berhadapan dengan Mozart dengan segala muka-duanya. Rasanya pantas2 aja kalau Abraham diberi gelar Best Actor oleh Academy Awards. Tapi kalau menurut gw Tom Hulce lebih pantas menerima gelar tersebut (Hulce juga mendapat nominasi Best Actor, hal yang sangat jarang terjadi, 2 aktor mendapatkan nominasi dari 1 film yang sama dan tahun yang sama). Permainan Hulce sebagai Mozart menurut gw pas banget; jeniusnya dan slengeannya. Seperti yang gw bilang, gw gak tau apakah Mozart yang asli benar2 jenius slash party-animal seperti gambaran dalam film ini. Tapi penampilan Hulce sangat memorable. Apalagi dengan tawa khasnya. Uniknya, walaupun mungkin terlalu sering tapi gw selalu ketawa setiap Mozart ketawa.

Kelebihan lain dari film ini adalah editing yang bisa dibilang lumayan rapi. Pergantian scene-scene antara masa sekarang (dimana Salieri udah di asylum) dengan masa lalu menurut gw sangat halus dan mengalirnya enak aja. Jadi bikin enak buat ditonton. Pengambilan gambarnya juga menurut gw oke banget. Gw suka banget ketika Mozart ataupun Salieri 'mengomandoi' orkestra nya, pas banget diambil gambarnya. Sayang editing dan cinematographynya tidak mendapat Oscar. Kemegahan film ini juga ditunjukkan dengan penataan kostum, dekorasi dan make-upnya yang juara. Berasa banget seperti Eropa di zaman pertengahan (eh zaman pertengahan kan ya? hahaa).
Hal yang gak mungkin dilewatkan dari film tentang Mozart tentu aja penataan musiknya. Dalam film ini, alunan musiknya keren banget, classicly sophisticated kalo kata gw dan juga brilliantly put. Gw gak tau apakah semua musik dalam film ini murni musik buatan Mozart atau original score untuk filmnya, tapi yang jelas bagus banget.

A feast for your eyes and ears. Menurut gw ceritanya sebenernya biasa aja, gak heboh2 banget. Tapi penampilan akting dari 2 lead actors nya luar biasa kalo kata gw. Ditambah lagi dengan aspek2 teknis seperti penataan musik, kostum, make-up dan sebagainya yang sangat pas. Awalnya gw kira film ini bakal ngebosenin (awalnya malah gw kira film ini tentang penyihir -- gara2 liat posternya hahaha), tapi ternyata menghibur juga. A great great movie!

(****)

Orion Pictures
Cast: F. Murray Abraham, Tom Hulce, Elizabeth Berridge, Simon Callow, Roy Dotrice, Christine Ebersole, Jeffrey Jones
Written by: Peter Shaffer
Directed by: Milos Forman

Rabu, 27 Januari 2010

"You were real, that's what made you so good to watch"

The Truman Show (1998)
Truman Burbank (Jim Carrey) adalah seorang pegawai asuransi yang hidup bersama istrinya, Meryl (Laura Linney) di kota kecil bernama Seahaven. Kehilangan ayahnya akibat kecelekaannya saat berlayar di laut membuatnya fobia terhadap laut. Pekerjaannya, kehidupannya dan sekelilingnya terlihat biasa saja. Bahkan terlalu too good to be true. Hal yang tidak disadari Truman adalah, sejak kelahirannya, Truman adalah seorang bintang reality show, The Truman Show. Seahaven adalah sebuah set studio besar, semua orang di sekelilingnya adalah aktor dan aktris yang dibayar, termasuk orang tuanya, Meryl dan sahabatnya Marlon (Noah Emmerich).
The Truman Show adalah sebuah reality show yang diproduseri oleh Christof (Ed Harris). 30 tahun berjalan membuatnya menjadi reality show terbesar dalam sejarah. Tetapi, gak ada sesuatu yang sempurna kan. Akibat jatuhnya lampu set di pekarangan rumah Truman, kesadaran Truman akan hal-hal aneh tentang rutinitas di sekelilingnya, kemunculan kembali ayahnya, membuatnya tiba2 mendapat semacam 'silver-lining' akan hidupnya yang seakan terlalu terkontrol. Adu kecerdikan antara Truman yang ingin tahu dan semua kru yang menutupi kenyataan pun tak mampu dicegah.

This review contain spoilers
Salah satu cerita film yang menurut gw sangat original. Film ini sepertinya menyindir masyarakat yang terlalu addict dengan televisi dan acara reality show. Sebenernya cerita film ini juga dapat menyindir reality-show2 yang sekarang terkesan terlalu dramatized dan fake. Film ini selain beralur linear, disuguhi pula adegan2 flashback untuk menguatkan cerita serta adegan off-screen di kehidupan nyata kru dan penonton2 setia acara tersebut. Menonton film ini seperti roller-coaster. Di beberapa bagian mengalir dengan lambat, tapi seketika itu juga tiba2 alur nya berubah menjadi cepat dan mengaduk-aduk emosi. Film ini juga memiliki beberapa adegan yang berkesan, some are heartbreaking, the others were funny. Penataan musiknya juga memorable dan nicely-put.
Ada beberapa kejanggalan mengenai Tokoh truman yang mungkin terlalu kind dan terlalu straight dan strict. Beberapa kejanggalan yang menimpanya juga sebenernya dengan jelas mengindikasikan adanya sesuatu 'persekongkolan' terhadap dirinya. Alasannya memang sudah jelas bahwa Truman dari lahir sudah dibesarkan dengan kebohongan2. Sedikit tambahan juga, banyak adegan2 lucu yang menampilkan usaha keras para kru reality show tersebut untuk menghilangkan kecurigaan2 Truman sampai berusaha mencegah Truman keluar dari kota palsu tersebut. Yang menurut gw paling lucu adalah adegan Truman mengejar Meryl di rumah sakit, dimana Meryl dan para dokter gadungan terpaksa harus melakukan operasi bohongan.
Film in juga dibantu dengan barisan cast yang bermain dengan baik. Jim Carrey sang spesialis komedi memerankan Truman dengan meyakinkan. Tanpa harus menanggalkan muka karetnya pun, Jim tetap membawakan akting yang serius. Sang 'aktor-aktor bermuka dua' pun turut memperbagus film ini, seperti Laura Linney yang berperan sangat baik sebagai istrinya Meryl dan Noah Emmerich sebagai Marlon. Dan juga sang kreator acara Christof yang diperankan oleh Ed Harris.

This review contains spoilers
Film ini juga mempertanyakan tentang niat asli Christof yang sebenarnya dalam membuat The Truman Show. Christof berniat untuk melindungi Truman dari dunia nyata yang dikatakannya sebagai tempat yang sangat buruk. Dengan Seahaven lah, ia ingin melindungi Truman ke dalam dunia fantasi yang sempurna dan jauh dari kriminalitas. Niat nya juga lah untuk menyajikan tontonan yang benar2 mengeksplor human behaviour. Tapi apakah niatnya ini baik? Yang berperan sebagai 'Tuhan' yang jatuhnya mengekang Truman dalam segala kebohongan. Nama Christof sendiri pun disebut-sebut sebagai Christ-off, atau Anti-christ.
Endingnya menurut gw juga sangat berkesan. Memang masih tergolong open-minded ending, tapi sepertinya sudah jelas niat Truman ketika ia membuat keputusan terakhirnya. Dengan sorak riuh tepuk tangan dan kegembiraan penonton setelah ketegangan tentang keputusan dan kata2 terakhir Truman menambah gw merinding menyaksikan akhir film ini. Sejahat-jahatnya dunia nyata, di situlah kita harusnya berada, bukan di dunia mimpi, ya kan?

There's drama, there's comedy, there's thrilling moments. Great and original story and script by Andrew Niccol, brilliantly acted and beautiful direction by Peter Weir. Film ini memang memiliki adegan2 yang beralur sangat lambat dan agak bikin geretan sebenarnya, tapi masih banyak juga adegan satir yang memancing tawa, adegan yang mengaduk emosi serta ending yang memukau dan gw jamin akan membuat lo semua -at least- tersenyum lega dan bergembira seperti para penonton setia The Truman Show. Salah satu film terbaik yang pernah gw tonton.

(*****)

Paramount Pictures
Cast: Jim Carrey, Laura Linney, Ed Harris, Noah Emmerich, Natascha McElhone, Holland Taylor
Written by: Andrew Niccol
Directed by: Peter Weir

Senin, 25 Januari 2010

"My name is Salmon, like the fish. First name, Susie. I was fourteen years old when I was murdered"

The Lovely Bones (2009)
Diangkat dari novel karangan Alice Sebold yang berjudul sama, film arahan Peter Jackson ini bercerita tentang Susie Salmon (Saoirse Ronan), seorang gadis yang diperkosa dan dibunuh di umurnya yang masih 14 tahun. Tanpa diketahui orang lain, pelakunya adalah tetangganya sendiri, George Harvey (Stanley Tucci). Susie kemudian terdampar di sebuah dunia yang ia sangka adalah surga. Dunia tersebut nyatanya adalah sebuah 'in-between' antara dunia dan surga. Hal yang menyebabkan Susie belum bisa beralih ke surga adalah karena Susie masih tidak dapat melepaskan kenyataan tentang keluarga yang ia tinggalkan serta pembunuhnya yang masih berkeliaran bebas.
Meanwhile, ayah Susie, Jack (Mark Wahlberg) menjadi terobsesi untuk mencari pelakunya. Hal itu membuat Abigail (Rachel Weisz), ibu Susie pergi meninggalkan rumah untuk mencari ketenangan dan membuat nenek Susie yang alkoholik, Lynn (Susan Sarandon) datang dan mengurus adik2 Susie, Lindsey (Rose McIver) dan Buckley (Christian Ashdale). Keadaan keluarganya inilah yang membuat Susie selalu dihantui untuk tidak bisa move-on. Belum lagi ketika ternyata Harvey mulai mengincar Lindsey juga.

Film ini sempat masuk ke jajaran award buzz. Selain karena film ini diadaptasi oleh novel bestseller, film ini juga disutradarai oleh sutradara The Lord Of The Rings, Peter Jackson. Ditambah lagi castnya yang juga tidak sembarangan. Ketika trailernya diluncurkan, gw sendiri mulai agak sangsi dengan film ini. Entah kenapa film ini terasa terlalu simple untuk seorang Peter Jackson. Dan ketika dirilis pun dugaan gw terbukti, banyak review yang menghujat film ini. Tapi sehabis nonton filmnya, ternyata hasilnya gak buruk-buruk banget.
Mungin memang film ini terlalu lambat, ada banyak bagian2 yang dragged too long dan kayaknya bisa dipotong. Ceritanya menurut gw bagus dan lumayan unik. Awal dari film ini menurut gw masih enak untuk diikuti, tapi kemudian agak2 mulai membosankan tapi kemudian mulai seru lagi pas di penghujung film. Ada beberapa bagian yang terasa janggal menurut gw. Apakah itu kesalahan penulisan skripnya yang kurang kuat atau gimana, gw belom baca bukunya sih. Menurut gw film ini nanggung. Unsur drama nya kurang kuat dan gak memancing emosi. Sedangkan thriller nya juga gak thrilling2 banget.
Endingnya gak klise walaupun masih bisa ditebak. Yang juga membuat inti film ini adalah tentang grief dan moving on. Film ini cukup terselamatkan oleh akting Stanley Tucci dan Saoirse Ronan yang menurut gw udah pas mainin karakternya. Bahkan gw gak terlalu membenci Mark Wahlberg. Visualisasi dunia bawah sadarnya lumayan entertaining. Colorful, magical, agak over-the-top tapi gak jadi masalah. Aura 7os nya juga kerasa, walaupun kurang terlalu di eksplor.

Sebagai sebuah karya Peter Jackson, film ini seperti yang gw bilang terlalu ordinary. Ceritanya bagus tapi entah kenapa eksekusinya tidak terlalu secemerlang ceritanya, walaupun kalau menurut gw gak sejelek yang dikatakan orang-orang. Penampilan aktor2nya yang sebenarnya memiliki kualitas akting yang baik gak dipake semaksimal mungkin. As I said too, film ini agak2 nanggung, jadi kesannya gak jelas. Menurut gw jg film ini terlalu underrated. Mengecewakan? Memang, tapi film ini juga bukan worst movie of the year juga. An okay movie.

(***)

WingNut Films
Cast: Saoirse Ronan, Stanley Tucci, Mark Wahlberg, Rachel Weisz, Rose McIver, Niki SooHoo, Michael Imperioli
Written by: Fran Walsh, Phillipa Boyens (screenplay), Alice Sebold (novel)
Directed by: Peter Jackson

Selasa, 19 Januari 2010

Indonesia's got recognizition by IMP!

Salah satu website yang sering gw buka setiap harinya adalah Internet Movie Poster Awards. Di situs ini, kita bisa nemuin poster film2 paling baru. Gw selalu ngecek situs ini kalau mau tau poster2 film terbaru. Tiap tahunnya, situs ini bikin semacam award untuk poster2 film yang keluar setiap taunnya. Taun ini pemenangnya bisa dilihat disini. Tapi bukan itu yang pengen gw bagi, tapi ada satu kategori yaitu International Highlights yaitu kategori poster2 film internasional yang paling memorable bagi mereka. And yes, Indonesia caught their attention with Pintu Terlarang & Perempuan Berkalung Sorban's posters. Gw gak tau apakah situs ini semacam situs besar disana, tapi tetep aja ada kebanggan tersendiri melihat poster film Indonesia di feature disitu. Keep up the good work guys!

Senin, 18 Januari 2010

The 67th Golden--shocking--Globe Awards

Wow, there are lots of surprise winners this year. Diawali dengan red-carpet yang gerimis, perhelatan Golden Globes yang ke 67 ini memiliki kejutan2 saat pembacaan pemenangnya. Ada yang mungkin sudah dapat ditebak, dan beberapa sangat2 gak terduga-duga. Versi saya yang paling mengagetkan adalah Sandra Bullock dan Robert Downey Jr. yang mendapat piala untuk kategori Best Actress (Drama) dan Best Actor (Comedy/Musical). Sebelumnya, kedua nama ini kurang begitu terdengar (sama sekali enggak malah). Sandy pun berhasil 'mencuri' piala dari Carrey Mulligan dan Gabourey Sidibe yang sebelumya jauh lebih diunggulkan.
Sama seperti The Hangover yang walaupun masih dapat ditolerir, tapi gw masih tetap berpihak kepada (500) Days Of Summer. Gw jg masih agak kaget sama Avatar sebenernya. Terus ada kejutan lagi dari series pendatang baru Glee yang menggeser kesempatan 30 Rock untuk menang. Tebakan gw yang bener cuman Meryl Streep, Christoph Waltz, Mo'nique sama Up hahaha well these are the winners....

Movie Category
Best Picture Drama - Avatar
Best Picture Musical or Comedy - The Hangover
Best Actor Drama - Jeff Bridges "Crazy Heart"
Best Actress Drama - Sandra Bullock "The Blind Side"
Best Actor Musical or Comedy - Robert Downey, Jr. "Sherlock Holmes"
Best Actress Musical or Comedy - Meryl Streep "Julie & Julia"
Best Supporting Actor - Christoph Waltz "Inglourious Basterds"
Best Supporting Actress - Mo'Nique "Precious"
Best Director - James Cameron "Avatar"
Best Screenplay - Jason Reitman, Sheldon Turner "Up in the Air"
Best Original Score - Michael Giacchino "Up"
Best Original Song - "The Weary Kind" Crazy Heart
Best Animated Feature Film - Up
Best Foreign Language Film - The White Ribbon Germany
Cecille B. DeMille Award - Martin Scorsese
Television
Best Series Drama - Mad Men
Best Series Musical or Comedy - Glee
Best Actor Drama - Michael C. Hall "Dexter"
Best Actress Drama - Julianna Margulies "The Good Wife"
Best Actor Musical or Comedy - Alec Baldwin "30 Rock"
Best Actress Musical or Comedy - Toni Collette "United States of Tara"
Best Actor TV Film - Kevin Bacon "Taking Chance"
Best Actress TV Film - Drew Barrymore "Grey Gardens"
Best Supporting Actor - John Lithgow "Dexter"
Best Supporting Actress - Chloë Sevigny "Big Love"
Best TV Film - Grey Gardens
Apakah ini akan jadi cetak biru Oscar nanti? Kayaknya bakalan beda ya.. Lets see on January 22nd!

Selasa, 12 Januari 2010

"That's the beauty of argument; cause if you argue correctly, you're never wrong"

Thank You For Smoking (2006)
Nick Naylor (Aaron Eckhart) adalah seorang spokeperson dari perusahaan Academy Of Tobacco Studies. Bisa dibilang bahwa pekerjaannya adalah berbicara untuk membela rokok. Kemampuannya berargumen dan bersilat lidah mampu membuatnya keluar dari kecaman-kecaman orang yang kontra terhadap rokok. Karena kemampuannya itulah Nick kadang sering dihujat, tidak diterima, diancam bahkan diculik. Bagi bossnya, BR (JK Simmons), Nick adalah aset yang berharga bagi perusahannya.
Ketika Senator Vermont, Finisterre (William H. Macy) merencakan undang-undang agar di setiap bungkus rokok dilabeli gambar tengkorak dan tulang, Nick membuat ide untuk membawa rokok kembali ke dalam film besar. Maka ia dan juga membawa anaknya, Joey (Cameron Bright) terbang ke Florida untuk bertemu seorang produser dan membuat kesepakatan. Hal ini juga menjadi kesempatan Nick agar lebih dekat dengan anaknya karena ia telah bercerai dan istrinya mendapat custody terhadap anaknya. Nick juga harus berhadapan dengan Lorne Lutch (Sam Elliott), bintang iklan Marlboro yang dibuang setelah mengidap kanker; reporter cantik Heather Holloway (Katie Holmes); dan sidang final untuk melawan pelabelan gambar tengkorak dalam bungkus rokok.

Caution: This review contains spoilers
Film ini mungkin menjadi salah satu komedi satir terbaik yang pernah gw tonton. Memiliki formula yang sama dengan Juno, Jason Reitman membawa bermacam-macam teknik yang asik buat diikutin. Bingung sih kalau gw jelasin maksud gw itu, harus ditonton sendiri. Aside from that, film ini memiliki cerita dan pesan yang bagus, humor-humor ringan yang menyentil, penampilan akting yang oke punya. Walaupun kok gw ngeliat Aaron Ekchart sama aja aktingnya sama yang di The Dark Knight, tapi pas juga ditampilin disini sebagai sang lobbyist. Katie Holmes sayangnya bermain sama buruknya bagi gw sama ketika main di Batman Begins. Walaupun sebenarnya hanya jadi pemanis, segmen ketika ia 'dibalas' oleh Nick menjadi sebuah hiburan yang seru.
Salah satu bagian yang gw suka adalah ketika MOD Squad lagi ngumpul. MOD adalah kepanjangan dari Merchants of Deaths (Agen Kematian) yang berisi Nick, dan 2 temannya, Polly (Maria Bello) yang bekerja untuk perusahaan minuman keras dan Bobby (David Koechner) yang bekerja untuk perusahaan senjata. Ada di satu adegan lucu dimana mereka malah saling tanding siapa yang memiliki tingkat kematian lebih besar, rokok, alkohol atau firearms.
Film ini nyaris tampil tanpa plot yang jelas. Walaupun film ini mengangkat isu rokok, tetapi sebenarnya bukan rokok lah yang jadi isu utama sebenarnya dalam film ini. Bahkan hampir tidak ada (atau bahkan tidak ada) adegan aktor2nya merokok sekalipun. Film ini mungkin lebih menitikberatkan kepada pekerjaan Naylor serta perusahaan tempat ia bekerja. Duel antara yang membela dan melawan rokok memang sudah lama berjalan. Gw pribadi, adalah termasuk yang kontra (orang mau jadi dokter hahaha) tetapi gw gak menyudutkan yg pro lho. Sebagian orang mungkin akan mengutuk apa yang dikerjakan oleh Nick. Tetapi orang-orang seperti Nick pastilah punya alasan tertentu.

Pada akhirnya pun, film ini tidak mem-verdict siapakah yang menang, yang pro atau yang kontra. Walaupun akhirnya Nick keluar dari pekerjaanya, itu bukan berarti ia menyadari bahwa pekerjaannya adalah salah. Tetapi ia menyadari bahwa sebuah perusahaan besar bisa saja mengacuhkan bahkan membuang muka kepada pekerja nya yang sedang jatuh, walaupun pekerja tersebut adalah seseorang yang telah berjasa kepada perusahaan tempat ia mengabdi. Hal ini mungkin bisa menjadi sebuah sindiran mengingat kejadian ini adalah kejadian yang sebenarnya sudah umum terjadi. Seperti kata pepatah, habis manis sepah dibuang.
Anggapan bahwa Nick adalah pengaruh buruk bagi Joey juga tidak terbukti dalam film ini. Apakah akhirnya nanti Joey akan merokok? Well who knows? Sama seperti kata-kata Nick bahwa hal itu menjadi sebuah pilihan yang akan dipilih anaknya nanti. Dari awal Nick sendiri telah mempercayai bahwa merokok dapat mengundang banyak penyakit. Nick mengatakan bahwa orangtua harus berperan aktif untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang dapat membahayakan untuk anaknya kelak. Tetapi ketika anaknya telah dewasa, anak itu lah yang harus menentukan sendiri pilihannya. Demokratis. Ditambah lagi dengan kata-kata terakhir Nick di persidangan. Bahkan di akhir film, Nick ternyata membawa pengaruh positif untuk Joey, dengan ajaran-ajaran tentang argumennya membuat anaknya menjuarai kompetisi debat.

Easily, one of the best and funniest satire comedies I've ever watched. Film ini tidak memihak satu sisi pun, semua tergantung dari persepsi masing-masing. Dengan sentilan-sentilah humor ringan yang walaupun bukan tipe laugh-out-loud tapi ternyata mampu menghibur. Pesan yang diangkat pun sangat lah bijak dan dalem banget menurut gw. Sayang juga Oscar sempet ngelewatin film ini. Nice job, Reitman!

(****)

Fox Searchlight Pictures
Cast: Aaron Eckhart, Cameron Bright, David Koechner, Katie Holmes, William H. Macy, Robert Duvall, Adam Brody as Jack, J.K. Simmons, Kim Dickens
Written by: Jason Reitman (screenplay), Christopher Buckley (novel)
Directed by: Jason Reitman

Sabtu, 09 Januari 2010

"It's the hunger. The hunger for an alternative, and the refusal to accept a life of unhappiness"

Little Children (2006)
Sarah Pierce (Kate Winslet) adalah seorang ibu rumah tangga yang kurang bisa bergaul dengan ibu-ibu rumah tangga lainnya dengan kehidupan rumah tangga yang hambar. Setiap hari nya, Sarah mengajak anak perempuannya ke taman bermain, bersama dengan ibu-ibu lainnya yang hobi bergosip dan mengamati Brad Adamson (Patrick Wilson), seorang stay-at-home dad. Dari perkenalannya, Brad yang jujur mengakui bahwa saat ini ia menganggur dan sudah gagal 2x dalam ujian menjadi pengacara nya, membuat Sarah merasa terpikat dengan Brad. Diketahui juga, istri Brad, Kathy (Jennifer Connely) adalah seorang pembuat dokumenter sukses dan lebih memperhatikan anaknya dibandingkan dengan Brad. Dari percakapan-percakapan biasa antara Sarah dan Brad, muncuk ketertarikan satu sama lain yang membawa mereka ke dalam affair.
Masih di daerah perumahan Brad dan Sarah, seorang napi pedofilia, Ronnie (Jackie Earle Haley) baru saja dikeluarkan dari penjara setelah hanya 2 tahun didekam disitu. Ronnie yang kembali ke rumah Ibu nya ditolak dan dikucilkan oleh warga sekitar yang khawatir akan membahayakan anak2 mereka. Teman Brad, Larry (Noah Emmerich) adalah orang yang paling menunjukkan keberatannya terhadap kembalinya Ronnie dengan terus mengawasinya 24/7, yang ternyata juga memiliki masa lalu yang kelam.

This review might contain spoilers
Awalnya sedikit ragu mau nonton film ini karena ceritanya yang gw anggep kayaknya ngebosenin. Yah ternyata memang sedikit ngebosenin sih di beberapa bagian hahaha Hubungan Sarah dan Brad dalam film ini diceritakan tidak dengan hitam dan putih. Jelas lah kalo perselingkuhan itu sama sekali bukan tindakan yang terpuji, walaupun dengan alasan yang 'logis' pun.
Film ini sangat kuat di bagian akting kalau menurut gw. Ceritanya yang mengalir cenderung lambat terobati dengan performa aktor-aktornya. Kate Winslet lagi-lagi bermain total disini. Selain penampilannya yang oke, Winslet gak ragu lagi memamerkan tubuh polosnya dan beradegan panas lagi. Salah satu scene stealer mungkin tokoh Ronnie dan Ibu nya yang dimainkan oleh Jackie Earle Haley dan Phyllis Somerville. Haley yang diganjar nominasi Oscar bermain dengan sangat baik disini.
Gw sebenernya gak terlalu mengerti apakah sebenarnya hubungan antara cerita Sarah-Brad dan Ronnie, selain memang mereka tinggal di daerah yang sama dan faktor 'anak-kecil' yang menghubungkan mereka. Apa yang gw tangkap dari film ini adalah; making choices. Dalam film ini Sarah menyadari bahwa ternyata ia memilih suami yang salah, yang menuntunnya ke kehidupan yang membosankan serta menjadi ibu yang kurang baik. Begitu juga dengan Brad, ia juga menyadari bahwa ia telah menghabiskan masa kuliahnya dalam suatu subjek yang ia kurang minati. Lalu juga dengan keputusan Larry terhadap Ronnie di akhir kisah. Seperti yang disebutkan di ending film ini; 'You couldn't change the past. But the future could be a different story. And it had to start somewhere' bahwa pilihan kita sekarang bakal berdampak buat kehidupan kita nanti.

Film ini memang sebuah film drama yang karakter2nya sedikit kompleks dan beralur lambat. Tapi permainan akting dalam film ini memang patut diacungi jempol. Walaupun judulnya berunsur Children, jangan salah mengira karena film ini sarat dengan mature contents yang lumayan banyak. Dari sebuah hubungan perselingkuhan yang memang sebenarnya tidak bisa dibenarkan juga, ternyata film ini memiliki pesan yang cukup bagus (berdasarkan apa yang gw tangkep sih).

(***1/2)

New Line Cinema
Cast: Kate Winslet,Patrick Wilson, Jennifer Connelly, Gregg Edelman, Noah Emmerich,, Jackie Earle Haley, Phyllis Somerville
Written by: Todd Field, Tom Perrotta
Directed by: Todd Field

"Mr. Holmes, you must widen your gaze. You underestimate the gravity of coming events"

Sherlock Holmes (2009)
Sherlock Holmes (Robert Downey, Jr.) adalah seorang detektif yang sering dimintai tolong oleh polisi Inggris untuk memecahkan kasus. Bersama partnernya, Dr. James Watson (Jude Law), Holmes berhasil meringkus Lord Blackwood (Mark Strong) yang selama ini membuat ritual ilmu hitam dengan membunuh 5 perempuan muda sebagai 'human sacrifice'. Blackwood pun kemudian dijatuhi hukuman mati beberapa minggu kemudian. Sebelum ia digantung, ia sempat memperingati Holmes bahwa 'pekerjaannya' belum selesai dan masih akan ada lagi nyawa melayang.
Anehnya, terjadi suatu peristiwa dimana Blackwood disinyalir telah bangkit dari kuburnya. Hal ini membuat polisi kemudian menugaskan kembali Holmes dan Watson untuk menyelidiki hal tersebut sebelum warga London panik akan sebuah teror ilmu hitam. Mereka berdua pun mendapat bantuan dari Irene Adler (Rachel McAdams) yang dulunya memiliki hubungan khusus dengan Holmes. Dapatkah mereka kembali menangkap Blackwood? Dan apakah benar ilmu hitam itu benar ada?

Gw suka banget sama film ini. Ceritanya memang biasa aja menurut gw, bahkan sedikit berat dan agak membingungkan. Tapi kadar misteri campur action dengan bumbu komedi terasa sangat fresh. Humor-humor dalam film ini juga bagus banget, mulai dari yang cuman ngebikin senyum sampe ketawa-ketawa ngakak. Adegan berantem2nya juga dibikin cukup entertaining. Durasi nya yang panjang ditutupi dengan baik dengan action dan jokes yang menyegarkan banget.
Gw awalnya sedikit ragu dengan film ini. Gw memang tidak pernah membaca dan mengetahui detil tokoh detektif ini, makanya gw agak kaget juga pas ngeliat trailernya, Sherlock Holmes ternyata cukup slebor, komikal bahkan jago berantem (gw masih gak tau apakah memang dibukunya kayak gitu atau gimana). Tetapi Robert Downey Jr. benar-benar bermain dengan sangat baik. Apalagi ketika dia mulai menyimpulkan hal dari hal-hal kecil. Begitu juga dengan Jude Law sebagai sang partner. Duo ini menampilkan chemistry yang oke banget. And Rachel McAdams? HOT! Udah lama banget gak ngeliat cewek yang satu ini, gw udah suka banget dari Mean Girls hahaha
Visualisasi kota London yang kumuh2 gitu juga oke. Walaupun entah kenapa tokoh2nya kayaknya kok kurang 'british' ya? Atau cuman perasaan aja? Seperti yang udah gw bilang di awal, film ini durasinya cukup panjang (2jam-an). Agak kelamaan sih menurut gw, karena sebenernya ada beberapa adegan yang bisa dipersingkat. Tapi ngeliat fast-flashback2 Holmes dengan 1001 taktiknya cukup seru diliat.

Salah satu alasan mengapa Warner Bros. membuat film ini adalah untuk mengeruk lebih banyak keuntungan mengingat franchise pamungkas mereka, Harry Potter, akan tamat tahun 2011 nanti. Dengan mengangkat salah satu tokoh paling terkenal di dunia ini menjadi sebuah film layar lebar dan rumornya pun agak dibuat sekuel2nya. Pemilihan aktor-aktornya pun awalnya sedikit dikritik. Dipilihnya Robert Downey Jr. pun di gosipkan karena aktor tersebut sekarang lagi naik-naiknya berkat perannya sebagai Tony Stark di Iron Man dan nominasi Oscar yang didapatnya dari film Tropic Thunder. Sedangkan, menurut temen gw, penggambaran karakter James Watson sedikit diluar bayangan, yang katanya Watson digambarkan lebih gemuk dan less handsome. Hahaha

Film ini menghibur banget, serius! Actionnya oke, jokes2nya dapet, terus juga mystery-solving nya lumayan seru walaupun keseluruhan ceritanya predictable dan udah bisa ketebak (kecuali tentang rahasia ilmu hitamnya mungkin). Film ini mungkin memang bukan film terbaik tahun 2009 kemaren, tetapi cocok ditempatkan di salah satu film paling entertaining dan paling refreshing. I'm so gonna buy the DVD and waiting for the sequel(s)! Kalau sampe banyak ntar, kayaknya bakal jadi franchise yang bagus banget, gak kalah sama James Bond deh hahaha *Heard a rumor that Brad Pitt's going to be Prof. James Moriarty (musuh besar Holmes seperti Voldemort dengan Harry) di sekuelnya, WTF?!? NO!*

(***1/2)

Warner Bros. Pictures

Cast: Robert Downey Jr., Jude Law, Rachel McAdams, Mark Strong, Eddie Marsan, Kelly Reilly
Written by: Michael Robert Johnson, Anthony Peckham, Simon Kinberg
Directed by: Guy Ritchie

Selasa, 05 Januari 2010

I'm officially Fringed

Fringe (2008-present)
Setelah Friends, Grey's Anatomy, How I Met Your Mother, Criminal Minds, Lost, True Blood, Supernatural dan yang terakhir Veronica Mars, akhirnya ada lagi TV Show yang menjadi favorit gw untuk diikutin; Fringe.
Garis besar cerita Fringe adalah sebuah tim khusus di FBI yang dibentuk untuk menangani strange cases yang cenderung aneh, unexplained bahkan sedikit supernatural. Tim ini dikepalai oleh Agent Phillip Broyles (Lance Reddick) yang kemudian merekrut Agent Olivia Dunham (Anna Torv). Awal dibentuknya tim ini adalah adanya kasus-kasus aneh yang hampir semuanya berhubungan, yang disebut-sebut sebagai the pattern. Pada awalnya pula, Dunham tidak ingin mengambil peran dalam tim ini, tetapi ketika partner dan juga kekasihnya, John Scott terancam meninggal, ia melakukan segala cara agar Scott tetap hidup. Dunham pun terpaksa mengeluarkan Dr. Walter Bishop (John Noble), seorang ilmuwan yang dulunya sering membuat eksperimen-eksperimen aneh, dari rumah sakit jiwa. Bahkan sebagian dari kasus-kasus yang kemudian ada sangat berhubungan dengan eksperimen Walter Bishop. Untuk menjadi 'babysitter' Walter, ditunjuklah anaknya, Peter Bishop (Joshua Jackson) yang juga menjadi 'penerjemah' ayahnya. Dari kasus awal itulah akhirnya dibentuk satuan khusus. Tim ini juga turut dibantu oleh Agent Charlie Francis (Kirk Acevedo) dan Astrid Farnsworth (Jasika Cole).
Serial ini mengingatkan gw dengan The X-Files. Dengan sedikit campuran CSI dan Criminal Minds. Tetapi bedanya dengan The X-Files adalah, semua kasus yang ada disini, yang pada awalnya aneh dan susah diberi penjelasan, ternyata dapat dijelaskan melalui science dan teknologi. Kasus-kasus seperti penglihatan masa depan, transformasi layaknya werewolf, semua lubang di tubuh menutup sendiri, sampai sebuah website yang dapat membunuh manusia, semuanya bukanlah sebuah 'keajaiban' tetapi penggunaan ilmu teknologi yang tidak pada tempatnya. Itulah salah satu kelebihan Fringe.
Bagi yang ngikutin Lost, mungkin agak sedikit dejavu nonton Fringe. Apalagi kalau dengar score dan soundeffectnya yang sebelas-duabelas. Maklum, creatornya aja sama, salah satunya si jenius JJ Abrams. Bentuk ceritanya juga hampir-hampir mirip, yaitu twist-twist yang banyak banget dan gak keduga-duga. Selain itu juga, serial ini memiliki aktor-aktor yang bermain dengan sangat bagus. Gw paling suka dengan tokoh Walter Bishop, sang mad scientist yang dengan sangat baik dibawakan oleh John Noble. Celetukan2 yang dilontarkan dan adu mulut dengan anaknya, Peter adalah hiburan tersendiri yang sarat dengan one-liner2 yang kocak. Sebuah hal yang jarang ditemui dalam serial2 serius seperti ini.
Gw udah hampir menghabiskan season 1, yang sampai sejauh ini sangat mengasyikan (sampai post ini ditulis, serial ini baru jalan sampai season 2 eps 10). Episode-episode awal memang agak berat dengan segala penjelasan2 ilmiah yang bahasanya tinggi. Tapi as time goes by, kayaknya gw semakin kebiasa. Other than that, this is hell of a show.


Jumat, 01 Januari 2010

My Most Awaited Movies for 2010

Pertama-tama gw mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010, semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun lalu. Lagi ketagihan bikin list nih hahaha Berikut ini adalah film-film yang gw tunggu untuk tahun ini....

1. Toy Story 3 (18 June)
My no.1 cartoon series of all time. Period.
2. Harry Potter and the Deathly Hallows pt.1 (19 November)
Do I need to say again? I'm a harry potter's die-hard fans
3. Inception (16 July)
Newest flick from one of today's brightest director, C.Nolan. With a whole of amazing cast; GILA!
4. Kick-Ass (16 April)
From the teaser I think this movie is going to be enjoyable. the story is fresh with fresh new faces.
5. Iron Man 2 (7 May)
Sequels can be a disaster. Tapi ketika TDK menangkis cap itu, I get high hopes for Iron Man.
6. Alice In Wonderland (5 March)
Burton + Depp + Bonham-Carter + Hathaway + well-known fairytale + 3D. Need the possible answer?

7. Shutter Island (19 February)
Back then, people had already made predictions for SI winning an Oscar, but then it got postponed. Intriguing.
8. Tron Legacy (17 December)
For all I know, this is a remake. I don't even know the story or the cast from the original one. but the trailer is AWESOME!
9. Date Night (9 April)
Steve Carrell meets Tina Fey. Whoa.
10. The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader (10 December)
Disney dropped this after Prince Caspian's disappointing box office. Padahal PC lebih bagus dari yang pertama
11. Salt (23 July)
2 words; Angelina. Jolie.
12. Knight & Day (2 July)
Random pick. Tapi kayaknya seru ngeliat Tom Cruise dan Cameron Diaz akhirnya ketemu lagi.

Honorable Mentions:
Valentine's Day (12 Feb), Clash Of The Titans (26 Mar), The Wolfman (12 Feb), The Last Airbender (2 Jul), Eat Pray Love (TBD), Sex And The City 2 (28 May), Despicable Me (9 Jul), Percy Jackson & The Olympians: The Lightning Thief (12 Feb), The Crazies (26 Feb), The Book Of Eli (15 Jan), Prince Of Persia: The Sands Of Time (28 May), Robin Hood (14 May), Grown-Ups (25 Jun), How To Train Your Dragon (26 Mar)