Jumat, 21 Januari 2011

Trio Kwek-Kwek

 Wait,,, sebelum baca postingan ini, camkan di ingatan anda semua bahwa : Trio Kwek-Kwek yang aku bicarain BUKAN Trio Kwek-Kwek-nya Paman Gober, apalagi Trio Kwek-Kwek yang penyanyi lawas itu. Tapi Trio Kwek-Kwek-nya SMP Cuti Teruss (Jangan harap anda bakal nemuin nama smp beginian, karna ini nama samaran!). 

Ceritanya, aku dan two my best friends forever ever ever (lebay mode : on), Frisca Erika Panggabean, yang biasa aku panggil nenek gondrong atau nenek bean (he he he), dan Tri Maryani Lestari (Nickname : Tari), cewek imut nan cantik serta penuh kasih sayang en bla bla bla, sedang melakukan rutinitas sehari-hari kami bertiga, yakni mengunjungi toilet. Selayaknya pengunjung tetap toilet yang memiliki motto "sekali toilet tetap toilet!", adaa aja kerjaan yang gak jelas di toilet, kayak bercermin sambil nyengir (well, sudah jelas itu aku), merapihkan rambut yang panjang kayak Rapunzel (yang ini Frisca) dan bercermin plus ngerapihin rambut (kalo ini Tari, dan dia melakukan hal ini secara normal) ----> oke ini gak penting.

Nah, saat itu Frisca kebelet pipis atau kencing atau buang air, terserah kamu pinginnya apa, but... keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, toilet penuh! Ya udah, aku, Tari dan Frisca nongkrong di luar, eh mendadak dateng guru-paling-hoahhm-membosankan-sedunia wali kelas aku, Pak AA (as like before, nama samaran karena takut menyinggung (baca: ketauan guru trus dipanggil keruang BK dan dihukum)). Sebagai murid yang cantik, sopan, baik hati, cerdas dan rajin menabung, kami bertiga cium tangan pada beliau. Kemudian, terjadilah percakapan seperti yang dibawah ini:

Aku, Tari dan Frisca : Bapaak.... (cium tangan secara bergantian)
Pak AA : Eh, trio kwek-kwek. Kok belum masuk kelas, sih?
Tari (kalo gak salah ya) : Mau ke toilet, pak.
Aku : Ini pak, nungguin Frisca pengen buang air!
Frisca : Bukan pak! Bukan! (Backsound: tawa ngakak aku + Tari)
Pak AA (dengan wajah cengo tak mengerti) : Ya sudah, bapak duluan ya...
Aku, Tari dan Frisca: Iya, pak....

Setelah sosok Pak AA tak terlihat dan tidak dalam jarak pendengaran, terjadilah adegan kekerasan (mohon maaf bagi anak yang masih dibawah umur, harap jangan membaca ini) dengan aku sebagai korbannya. "Kamu!!!" seru Frisca, sang pelaku kekerasan, mencekik leher aku dengan ganas, mengerikan dan mata membara-bara. "Egh..." dengan nada memelas (sebenernya tanda akhir-akhir kehidupan). "Kamu ini ya!! Bikin malu aja, tau!!! Awas kalo ngelakuin itu lagi!" ancam Frisca dengan rambut kemilaunya (?). 

Akhirnya, setelah anggukan entah beberapa kali, leherku yang tercinta berhasil bebas dari cengkaraman tangan besi Frisca. Tari, yang sedari tadi tertawa (oke, aku gak nyalahin kamu kalo kamu ketawa juga) bertanya, "Tadi tuh kita dibilang Trio Kwek-Kwek, ya?". Aku mengangguk lemah lemas tak berdaya (stop Roxa, ini lebay). Frisca ( yang sudah kembali normal) menjawab, "He-eh, kayaknya kita udah berkali-kali deh dipanggil Trio Kwek-Kwek.". "Umm, gimana kalo kita jadi Trio Kwek-Kwek beneran? Aku jadi Kwik, kamu (todongku pada Frisca) jadi Kwek dan kamu (anggukku pada Tari) jadi Kwak. "Enggak ah! Pokoknya aku mau jadi Kwik!" bantah Frisca dengan keputusan bulat. Aku -yang tak berani menantang Frisca setelah insiden cekik-mencekik tadi- langsung berebut nama Kwak dengan Tari. 

Well, ujung-ujungnya, kita bertiga hompimpa. Dan hasil akhirnya adalah sebagai berikut : Kwik adalah Frisca (hiks....), Kwak adalah Tari (Hua!! Nangis darah nih!) dan yeah, me as Kwek.
Siip, beginilah sejarah lahirnya Trio Kwek-Kwek SMP Cuti Teruss, hiks, sedih deh akhirnya bisa bikin sejarah singkat, bangganya itu looh \(^o^)/. He he he, udah dulu yah, masih ada setumpuk tugas yang mesti disumpahin dikerjain! Bye bye!!

Caution : Bila anda menemukan saya tak bernyawa, anda tahu siapa pelakunya dan bagaimana kejadiannya! (Frisca,  berhati-hatilah!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar